Senin, 30 Mei 2011

MAHLUK ABADI

MAHLUK ABADI

Pada 25 Mei 2011 jam 18:40

Telah ditemukan semacam mikro organisme laut yang disebut Turritopsis Nutricula. Mungkin inilah satu-satunya makhluk yang hidup abadi di dunia.


Awalnya para ilmuwan meneliti penyebab terjadinya ledakan populasi ubur-ubur kecil ini baru-baru ini. Turritopsis Nutricula aslinya berasal dari lautan Karibia yang hangat, tapi sekarang telah menyebar ke seluruh dunia, sampai Amerika, Italia dan Jepang. Sampai akhirnya para ilmuwan menemukan sebabnya. Ubur-ubur ini secara biologis tidak bisa mati. Para ilmuwan mengatakan: diameter Turritopsis Nutricula hanya 4 mm s/d 5 mm, organisme yang sangat kecil ini mempunyai kemampuan kembali muda.



Menurut ilmuwan yang telah lama menyelidiki sekitar 4.000 ekor Turritopsis Nutricula, hasilnya menunjukkan bahwa ubur-ubur semacam ini dapat menjadi kembali muda lagi. Tidak ada satupun yang pernah mati karena unsur mereka sendiri. Ilmuwan menegaskan bahwa: Turritopsis Nutricula adalah satu-satunya biologi yang ditemukan yang dapat kembali dari tahap sexual dewasa ke tahap larva. Proses regenerasi sel ini dalam sains disebut transdiferensiasi (transdifferentiation). Dan ini bisa mereka lakukan secara terus menerus. Artinya: mereka tidak akan menjadi tua... tetap muda terus... dan tidak akan mati secara biologis.


Transdiferensiasi berarti: sel yang mencapai tahap tertentu bisa berubah menjadi sel lain... yang lebih baru dan muda. Sama seperti salamander atau cicak yang bisa mengganti bagian tubuhnya yang rusak (ekor yang putus). Ubur-ubur ini mampu meregenerasi SELURUH sel-sel tubuhnya menjadi muda kembali.

Dalam keadaan normal, ubur-ubur setelah selesai bereproduksi akan mati. Namun Turritopsis Nutricula setelah mencapai kedewasaan sexual akan kembali ke tahap muda dan kembali memulai suatu proses kehidupan yang lain. Dari teori ini dapat dikatakan siklus ini akan berulang terus.

Turritopsis Nutricula termasuk Hydrozoa adalah semacam organisme pemangsa dengan mikro rganisme sebagai makanan utama. Menggunaan metode perambatan vegetatif dan banyak hidup di perairan tropis, juga dapat melekat pada kapal yang berlayar ke seluruh dunia. Oleh karena volumenya yang sangat kecil sehingga tidak bisa dilihat apakah berdampak pada ekosistem.


Bagaimana Turritopsis Nutricula melakukan proses kembali ke muda...? Ternyata kita masih harus menunggu para ahli biologi laut dan genetika untuk menjawabnya...

Catatan:
Tidak bisa mati secara biologis artinya tubuh dan sel-sel mereka bisa meregenerasi ulang kembali fungsi-fungsi biologisnya sehingga struktur biologis mereka tidak mengalami penuaan. Tapi mereka bisa tetap mati karena faktor-faktor eksternal seperti: dimangsa binatang lain, kerusakan lingkungan ekologis dll...

Minggu, 22 Mei 2011

CARA MEMBUAT PROBIOTIK UNTUK PAKAN IKAN

           Salah satu cara untuk meningkatkan income dari kolam lele adalah Untuk membuat pakan ikan lele dari limbah ternak di konsumsi ikan lele. Sebaiknya pemberian probiotik
Tips membuat pakan tambahan untuk lele, peternak lele bisa mencobanya, dgn bahan :
1. Ampas tahu
2. Katul (dedek halus) dari padi
3. Ikan Asin BS(dihaluskan)lebih bagus
          Teknik guba terbukti melambungkan produksi lele. Di Kulonprogo, Menurut Suherman teknik guba pun membuat lele tahan penyakit. membuktikan tanpa probiotik, pakan yang Dapatkan artikel terkait cara membuat probiotik untuk ikan lele di RequestArtikel.com 0. Kumpulan artikel dengan topik cara membuat probiotik untuk ikan lele serta contoh Tebar lele, bisa diawali dgn tebar ukuran 2-3 cm dgn kapadatan 100-150 ekor/m2, pilih lokasi dgn suhu > 26 C. Jadikan warna air menjadi hijau daun utk suplai O2 lbh baik, dgncara pemupukan & aplikasi probiotik. Tips membuat pakan tambahan untuk lele, peternak lele bisa mencobanya, dgn bahan : 1. Ampas tahu 2. Katul (dedek halus) dari padi 3. Ikan Asin BS(dihaluskan)lebih bagus di rebus dgn perbandingan 10:5:1 jd setiap 10 kg ampas tahu,+5kg katul,+ 1kg ikan asin bs Tips membuat pakan tambahan untuk lele, peternak lele bisa mencobanya, dgn bahan :
1. Ampas tahu
2. Katul (dedek halus) dari padi
3. Ikan Asin BS(dihaluskan)lebih bagus
            Untuk membuat pakan ikan lele dari limbah ternak dan teknik pemberiannya adalah dengan memanfaatkan bakteri tertentu yang biasa disebut sebagai bakteri probiotik. Bakteri Probiotik ini digunakan untuk mengolah kotoran ternak sehingga memanfaatkan limbah pertanian dan kotoran ayam sebagai menu makanan ternak,Cara membuat konsentrat kambing/sapi dari kotoran ayam, membuat pupuk organik, membuat pupuk organik cair, cara menghitung ratio C?N dalam pakan ternak dan ….” ini adalah suatu cara untuk bisa tau sesuatu,,bahsa kerennya trial and error,,yang saya mau tau adalah cara nyusun tulisan dan ada gambarnyah gituhh,,coba dicoba ajah ah.. a) Untuk anggota yang masih ragu harus diberikan rangsangan yang lebih, Percobaan tersebut sebagai salah satu terobosan yang dilakukan dengan pemanfaatan moment. Adapun moment yang terdapat di lokasi: ü Upaya pembuatan pakan sendiri. ü Aplikasi probiotik. ü Ketersediaan sente sebagai pakan hijauan
air menjadi hijau daun utk suplai O2 lbh baik, dgn cara pemupukan & aplikasi probiotik ·Tips membuat pakan tambahan untuk lele, peternak lele bisa mencobanya, dgn bahan :
di Google ketik resep pakan ikan lele, disitu banyak pilihan tentang cara membuat pakan Apa bahan untuk membuat pakan (pelet) ikan lele? bagaimana cara membuat pakan lele?
Jual Probiotik Lele Pdf No. Cara Membuat Probiotik Untuk Pakan Lele Jual Cream Vayala Biaya Resepsi Probiotik Ikan Ikan Lele Raksasa Kolam Ikan Nila Games Ikan Makan Ikan
Kesempatan terbatas hanya untuk 50 orang. Excenza saat ini membuka kesempatan kerja cara membuat pakan ayam| Toko Probiotik Rajagrameh untuk lele di wilayah bali|sound Akan tetapi pemberian pakan alami terkendala karena tidak praktis. Pada beberapa budi daya ikan seperti budi daya ikan guramih, IkanLele , Ikan Nila, Ikan mas dan lain sebagainya, pemberian probiotik telah dirasakan manfatnya dalam mempercepat Pengalaman mereka untuk mencapai 8-9 ons dari ukuran silet cukup dalam waktu 9 bulan dengan kombinasi pakan daun sekali sehari.Cara konvensional tanpa penambahan probiotik pada pakan, setahun baru mencapai berat 6-7 ons. Untuk usaha budidaya, penggunaan pakan komersil (pellet) sangat dianjurkan karena berpengaruh besar terhadap peningkatan efisiensi dan produktivitas.Tujuan pembuatan Petunjuk Teknis ini adalah untuk memberikan cara dan teknik pemeliharaan ikan lele . persiapan kolam meliputi pengeringan, disenfeksi (bila diperlukan), pengairan dan pengkondisian tumbuhnya plankton sebagai sumber pakan. Perbaikan kondisi air kolam dapat pula dilakukan dengan penambahan bahan probiotik.
Pengalaman dari Himawas Atasasih, pemilik HMPS di Jl Sutijap 23 Wates, Kulonprogo, Para petani Ikan Guramih Kulonprogo sudah terbiasa memakai probiotik dicampur pakan. Dengan campuran probiotik dan pelet membuat metabolisme dan . Apa kunci dari keberhasilan panenlele milik Kayat ? Kuncinya adalah perawatan air kolam dan pemberian pakan yang cukup. Dalam perawatan air kolam, selain menggunakancara-cara yang sudah biasa dilakukan, Kayat pun menambahkan larutan Pemberian Pakan Selain makanan alami, untuk mempercepat pertumbuhan ikanlele perlu pemberian makanan tambahan berupa pellet. Jumlah makanan yang diberikan sebanyak 2-5% perhari dari berat total ikan yang ditebarkan di kolam. tembok atau bak plastik, persiapan kolam meliputi pengeringan, disenfeksi (bila diperlukan), pengairan dan pengkondisian tumbuhnya plankton sebagai sumber pakan. Perbaikan kondisi air kolam dapat pula dilakukan dengan penambahan bahan probiotik.
Terpal yang dibutuhkan untuk membuat kolam ini adalah jenis terpal yang dibuat oleh pabrik dimana setiap sambungan terpal dipres sehingga tidak terjadi kebocoran. Ukuran terpal yang di sediakan oleh pabrik bermacam ukuran sesuai dengan besar Kemudian secara bertahap ketinggian air ditambah, sebelum benihlele ditebar. Pertumbuhan pakan alami pada media pemeliharaan (fitoplankton dan zooplankton) juga dapat dibantu dengan penggunaan probiotik/bakteri organik yang telah Pengalaman mereka untuk mencapai 8-9 ons dari ukuran silet cukup dalam waktu 9 bulan dengan kombinas pakan daun sekali sehari.Cara konvensional tanpa penambahan probiotik pada pakan, setahun baru mencapai berat 6-7 ons. . Untuk itu pemberian pakan jangan sampai telat. Untuk mengirit biaya pakan, Kayat biasamemberikan limbah telur atau ayam sebagai pengganti pakan pelet yang harganya sangat mahal. Kebutuhan total pakan lele sendiri bisa mencapai 80% dari total biaya pakan ikan Serangga Untuk Cara Membuat Pa
Selain makanan alami, untuk mempercepat pertumbuhan ikan lele perlu pemberian makanan tambahan berupa pellet. Jumlah makanan yang diberikan sebanyak 2-5% perhari dari berat total ikan yang ditebarkan di kolam. Pemberian pakan frekuensinya 3 -4 kali persiapan kolam meliputi pengeringan, disenfeksi (bila diperlukan), pengairan dan pengkondisian tumbuhnyaplankton sebagai sumber pakan. Perbaikan kondisi air kolam dapat pula dilakukan dengan penambahan bahan probiotik.
TEKNIK PEMIJAHAN LELE JUMBO OKE

Didalam melakukan pemijahan/pembibitan lele jumbo ada beberapa teknik yang biasa dilakukan oleh para peternak ikan ini.  Secara garis besar teknik pemijhan lele jumbo dibagi kedalam dua kategori yaitu teknik secara alami dan melalui penyuntikan kelenjar hipofisa.
1. Pemijahan Secara Alami
Metode ini adalah metode tradisional dimana ikan  dibiarkan di alam terbuka dan perkawinan ikan sesuai dengan sifat hidupnya tanpa perlakuan dan bantuan manusia.
2. Pemijahan dengan metode penyuntikan (hipofisa)
Adalah melalui metode penyuntikan dengan kelenjar hipofisa terhadap induk betina dan jantan dari lele. Pemberian kelenjar hormon hipofisa pada recipient (penerima) yang berguna untuk melancarkan proses kematangan gonad, sehingga mempercepat proses jalannya pemijahan ikan tersebut.
dari kedua jenis pemijhan tersebut yang kami anggap lebih baik adalah dengan metode yang kedua karena dengan metode tersebut kita bisa mengatur penjadwalan untuk pemijahan dari lele yang kita miliki. Sedangkan pada metode pemijahan yang pertama kita tidak bisa memprediksi kapan pemijahan terjadi tergantung indukan itu sendiri dan biasanya telur yang keluar dari hasil pemijahan tradisonal itu tidak maksimal hal ini berbeda dengan pemijahan dengan penyuntikan dimana indukan bisa mengeluarkan seluruh telur yang ada.
Dari penjelasan diatas jelas kelebihan metode yang satu atas metode yang lain, tapi jangan lupa metode dibalik kelebihan metode kedua diwajibkan untuk menguasai pengetahuan yang lebih didalam hal melakukan penyuntikan terhadap indukan, dan kelebihan metode pertama adalah tidak perlu pengetahuan khusus tinggal membedakan mana indukan yang sudah siap untuk dipijahkan dan dibiarkan melakukan pemijahan sendiri sesuai dengan keinginannya.
Setelah 6 bulan lamanya kami melakukan uji coba pemeliharaan ikan lele jumbo pada kolam semen akhirnya dapat kami ambil suatu kesimpulan dari hasil yang kami peroleh. Pada 3 bulan pertama kami sudah bisa memanen ikan tapi hanya sekitar 55% dari total tebar benih yang kami tebar.  Bulan berikutnya yaitu bulan ke empat 20% dan bulan kelima 15% serta terakhir sampai dengan bulan ke enam masih ada sekitar 10 % ikan-ikan tersebut belum bisa dipanen karena berat badan ikan baru sekitar 80-100 gr per ekor.
Dari hasil pengamatan selama ini ternyata pemeliharaan pada kolam semen tidak semulus pemeliharaan pada tanah atau kolam terpal, hal ini terbukti selain kami memelihara pada kolam semen kami melakukan uji coba sebanyak 300 ekor ikan kami pelihara dikolam terpal serta 100 ekor ikan kami pemelihara di kolam tanah. Hasil akhir menunjukan bahwa perkembangan yang terjadi pada ikan-kan yang dipelihara secara berbeda menunjukan perkembangan yang berbeda.
Adapun perbedaan yang terjadi adalah :
  1. Ikan yang dipelihara pada kolam tanah ternyata paling besar jika dibandingkan dengan kolam terpal dan kolam semen.
  2. Perbedaan daya tahan ikan dimana ikan yang dipelihara pada kolam semen mempunyai daya tahan yang kurang jika dibandingkan dengan yang dipelihara di kolam terpal dan tanah, hal ini terbukti ikan yang diambil dari kolam semen dalam beberapa jam jika diambil akan mati.
  3. Warna kulit ikan pun berbeda, kolam semen ikan berwarna agak lebih putih/terang  bila dibandingkan dengan yang didua kolam lainnya.
  4. Terdapat banyak luka pada tubuh ikan khususnya pada bagian perut bagi ikan yang dipelihara di kolam semen.

Kesimpulan sementara kami dapatkan bahwa pemeliharaan dengan metode menggunakan kolam semen kami anggap kurang baik jika dibandingkan dengan kolam terpal atau kolam tanah.  Mungkin kami harus melakukan ujicoba lagi untuk mencari alternatif yang terbaik jika hendak memelihara ikan pada kolam semen.  Untuk teman-teman yang ingin memelihara ikan lele pada kolam semen jika hendak menjadikannya sebagai bisnis lebih baik dikaji ulang, kecuali jika untuk kesenangan / hobi sambil iseng-iseng bisa menjual ikan untuk tambahan saja.
Sampai sekarang saya masih mencoba formasi apa yang terbaik jika ingin mengoptimalkan pemeliharan lele jumbo pada kolam semen.
Semua orang menginginkan kesuksesan, setiap saat orang-orang selalu berpikir bagaimana caranya meraih kesuksesan, setiap itu pula orang orang berpikir kesuksesan adalah sesuatu yang sulit dan hanya diperoleh dengan kerja keras.  Memang benar adanya, tak mungkin anda sukses meraih sesuatu, mendapatkan apa yang anda harapkan kalau hanya dengan menunggu keberuntungan saja, mungkin ada sebagian kecil saja atau pengecualian dari sekian banyak orang yang bisa meraih kesuksesannya lewat sebuah keberuntungan.
Keberhasilan adalah sesuatu yang diperoleh secara berantai dari berbagai macam langkah dan proses untuk menuju kearahnya. Tekad, kemauan modal dan ilmu yang dimiliki akan menjadi bahan dasar didalam mengarungi dan menuju langkah sukses tersebut. Ada kesempatan yang diciptakan, ada modal untuk memulainya, menguasai ilmu untuk mengarunginya serta kesabaran dan kekuatan dan terakhir adalah doa dan harapan.  Jika semua langkah telah dialalui tetapi kita masih belum sukses juga cobalah lagi dan lagi dan kalau sudah letih dan punya keyakinan untuk tidak berhasil lagi barulah kita berucap “ini sudah suratan” harus diterima dengan penuh syukur dan sabar. Kegagalan bukan akhir segalanya, kalau kita gagal coba dan coba terus sampai suatu tujuan bisa kita raih . Dengan kegagalan pada awalnya akan membuat keberhasilan akan terasa berharga dan berkesan.
Akhirnya kita teringat akan pepatah “jangan kau tunggu bintang jatuh dari langit” , jadi untuk mencapai suatu cita-cita lakukan proses menuju kesana dengan benar dan tahapan yang sesuai gabungkan rangkaian tersebut dan Insa Allah apa yang kita inginkan akan terlaksana.  ….Amin!.
   Sudah hampir 2 bulan saya jalani proses pemeliharaan ikan, sudah tampak tanda-tanda keberhasilan awal yang terlihat dari ikan-ikan yang dipelihara. Saat ini usia ikan memasuki minggu ke 8 dan ada sebagian ikan sudah punya berat berkisar 100-150 gr, kondisi ini tentu sangat menyenangkan. Berawal dari sekedar hobby tetapi sekarang nampaknya bisa dijadikan sebagai lahan tambahan penghasilan karena dalam beberapa hari ini sudah banyak orang yang menanyakan akan dijual berapa ikan-ikan tersebut.
Dari yang tadinya coba-coba terlintas dalam benak “kenapa tidak kita seriuskan” ? tapi kalimat itu nampaknya masih perlu pemikiran lebih jauh karena belum saatnya kita melangkah lebih jauh mengingat waktu dan pengalaman yang diperoleh dianggap belum mempuni. Biarlah waktu terus berjalan seiring dengan cita-cita yang diharapkan sambil sedikit-sedikit melengkapi kelemahan yang masih banyak yang harus diperbaiki.

Untuk sekarang ini saya cuma sekedar bisa menikmati hobby saya dan sebagian besar ikan-ikan nantinya akan saya jual sesuai dengan harga dan permintaan orang yang datang ketempat saja, sambil di cari kegiatan lainnya agar penunggu kolam tidak jenuh dan tidak hanya memberi makan ikan saja.

Teknis Pemeliharaan

Didalam pemeliharaan ikan ini ada beberapa langkah yang  harus dilakukan agar  ikan yang kita tebar pada kolam akan menghasilkan  keuntungan sesuai dengan harapan kita. Seperti beberpa artikel sebelumnya mulai dari pemilihan bibit,   kepadatan penebaran bibit dan sekarang adalaha bagaimanan  kita melakukan teknik pemeliharaan / pembesaran sampai kemasa kita panen nanti.
Adapun teknis dari pemeliharaan terbagi atas :
  • Pemberian pakan
  • Pengantian air
  • Penyortiran ikan
Pemberian Pakan
Lele Dumbo merupakan jenis ikan yang dibilang rakus terhadap makanan,  banyak jenis makanan yang dia sukai selain makanan yang pabrikan yaitu pelet. Pelet ada makanan alami yang dia sukai seperti : Bekatul, Ikan curah, Limabh pemotongan hewan,Keong mas, sisa makanan dapur, bangkai dan lainnya. Khusus untuk pelet makanan tersebut sudah mengandung kebutuhan akan protein bagi ikan akan tetapi harganya relatif mahal sehingga apabila kita hanya mengandalkan pemberiaan pelet maka sudah dapat dipastikan bahawa biaya pemeliharaan ikan akan sangat mahal.
Kalau jenis pelet yang kita gunakan maka keuntungan yang kita  peroleh maka  akan sangat sedikit karena biaya produksi akan sangat tinggi.  langkah  yang baik tentunya dengan memberikan pelet  ditambah dengan makana tambahan yang diperoleh ddari tempat sekitar kita (alam), atau membuat ransum sendiri dengan tanpa mengurangi nilai kandungan vitamin srta protein bagi ikan agar biaya pakan dapat ditekan.
Penggantian Air
Selain pemberian pakan yang baik tentunya ada hal lain yang juga perlu diperhatikan didalam teknis pemeliharaan yaitu masalah air. Penggantian air harus dilakukan 1  minggu sekali pada bibit yang kurang dari 1 bulan dari 2 minggu sekali untuk bibit yang ditebar berkisar antara > 1 dan kurang dari 2 dan setrusnya apabila ikan sudah terlihat besar cukup menambahkan saja karena ikan dianggap sudah kuat beradaptasi dengan lingkungannya. Ikan lele dumbo adalah jenis ikan yang tahan terhadap keadaan air.
Sortir atau sampling
Setelah pakan dan air jangan lupa harus dilakukan sortir atau sampling ikan yang kita tebar, hal ini dilakukan agar ikan yang berbeda ukuran tidak memangsa  ikan yang lebih kecil. Hal ini pasti terjadi walaupun benih yang ditebar ukurannya sama pasti setelah itu akan ada perbedaan dari ikan tersebut. Kalau kita sudah melihat ada perbedaan yang mencolok dari ikan yang kita tebar maka langkah yang harus kita lakukan adalah melakukan sortir.
Itulah 3 langkah teknis yang dilakukan didalam teknik pemeliharaan ini kalau itu sudah kita lakukan maka kita tunggu saja sampai 2-3 bulan kedepan, dan jangan lupa untuk berdoa semoga kita bisa panen dengan baik sesuai dengan harapan…

Menghitung kepadatan tebar ikan pada kolam

Penempatan ikan pada kolam sebaiknya diperhatikan dengan serius karena hal ini sangat berpengaruh terhadap perkembangan dari ikan tersebut. Kolam yang diisi terlalu padat akan tidak baik bagi ikan karena tingkat persaingan makanan akan tinggi akibatnya benih ikan yang kita tebar akan mengalami kelambatan didalam pertumbuhan dan tentu akan terjadi perbedaan ukuran ikan yang kita didapati. Terlalu sedikit juga tidak baik, karena kita tidak bisa memanfaatkan lahan yang kosong yang kita miliki.
Padat tebar sebenarnya akan sangat tergantung terhadap ukuran benih yang akan kita tebar, jika benih yang ditebar itu berukuran kecil maka padat tebar akan semakin tinggi dan sebaliknya jika benih yang akan kita tebar sudah agak besar tentunya jumlah yang kita tebar akan lebih sedikit.
Sebagai patokan tentunya pembagian didalam tebar bibit adalah :
ukuran ukuran 3-5 cm bisa ditebar sebanyak 1000-1500 ekor/m2, sedangkan bibit berukuran 5-8 cm sebanyak 500-750 ekor/m2.  Jika kita menebar ukuran benih 10-12 cm maka ukuran idealnya adalah 250 ekor/m2.  Dua minggu kemudian sebaiknya dilakukan penyortiran ikan agar pembagian makanan akan merata pada ukuran ikan yang ada.
Setelah 1 bulan pemeliharaan,  sebaiknya setiap 1 m2 diisi dengan 100-150 ekor , karena pertumbuhan ikan sudah mulai membesar.  Adapun ukuran edeal per meter persegi adalah 100 ekor,.
Kami telah melakukan penelitian dimana kolam yang diisi 150 dibandingakn dengan kolam yang disisi 100 ekor dalam 1 minggu saja sudah terjadi perbedaan mencolok dari besarnya ikan pada kedua kolam tersebut, dimana kolam yang jumlahnya 100 jauh lebih besar jika dibandingkan dengan kolam yang satu.

Pemilihan Benih / Bibit

Benih yang baik tentu akan memperoleh hasil yang baik itu kata pepatah, tapi.. dengan benih yang baik saja tidak cukup menjamin bahwa ikan yang kita peleihara akan berhasil dengan baik,  perawatan serta pemberian pakan yang sesuai  serta sirkulasi air yang baik tentu juga sangat mendukung akan hal tersebut.
Di dalam pemilihan benih ini selain jenis dan lainnya tentu yang sanagt diperhatikan adalah tempat pembelian benih tersebut, carilah tempat pembenihan yang dekat dengan kolam yang akan kita isi dengan benih tersebut. Pembeliaan benih yang terlalu jauh sangat tidak menguntungkan bagi benih yang akan kita sebar karena ada kelelahan ikan-ikan tersebut belum lagi ikan harus menyesuaikan lagi dengan lingkungan yang barunya.
Berdasarkan pengamatan dari beberapa tempat penebaran  pembenihan yang menggunakan media kolam permanen (semen) banyak benih yang mati karena pembelihan benih yang terlalu jauh. Agar meminimalisasi angka kematian perlu dipikirkan juga penyediaan benih yang baik, murah dan tentunya dekat dengan tempat kolam yang akakn kita gunakan. Saya sendiri memilih benih dari tempat yang tidak jauh dari sekitar kolam pemelihraan hingga sampai tempat pemeliharaan ikan tidak banyak yang mati. Sampai saat usia pemeliharaan 1 bulan bnenih yang mati kurang dari 3% dari total benih yang ditebar.
Dengan angka kematian yang relatif sedikit tersebut akhirnya saya memutuskan untuk menggunakan bibit yang baik, tidak terlalu jauh dari tempat kita serta harga yang terjangkau sesuai dengan harga pasaran tentunya. Insa Allah jika nanti pada saat tebar benih yang kedua tentunya saya akan melakukan apa yang telah saya alami seperti diatas.
Ikan Lele adalah salah satu jenis ikan air tawar yang sangat digemari oleh masyrakat kita, hal ini terbukti dengan banyaknya tenda-tenda pinggir jalan yang menjual pecel lele disetiap sudut kota.  Selain itu juga jika kita bertanya kepada para pedagang sayur apakah jual ikan lele pasti jawabnya selalu ada,  ini artinya bahwa peminat akan ikan ini sangat banyak didalam masyarakat.
Ikan ini memang mempunyai rasa yang gurih dan nikmat walau hanya digoreng saja, terlebih kalau kita memakannya dengan membuat sambal pecel tentu rasanya sangat mantap…!.
Selain harganya yang cukup terjangkau ikan jenis inipun termasuk salah satu jenis ikan air tawar yang mudah untuk dibudidayakan.  Ikan ini mempunyai daya tahan hidup yang cukup baik dengan kondisi air yang kurang baikpun ikan jenis ini bisa hidup dan tumbuh besar. Dari segi makanannyapun ikan ini dianggap mudah karena bisa diambil dari sisa-sisa makanan yang kita buang.
Berdasarkan atas alasan tersebut diatas maka sayamencoba untuk memelihara jenis ikan ini pada kolam semen (permanen). Adapaun alasan pemilihan sarana yang kami buat adalaha sbb :
  • Tidak merusak tanah pada lingkungan kita karena tidak menggal tanah tersebut.
  •  Agar ikan bisa terkontrol  dengan baik,  hal ini seperti ini akan sulit jika kita memelihara pada kolam tanah.
  •  Lebih aman dari gangguan hewan lain seperti ular dan belut
  •  Memudahkan penyortiran ikan karena ikan ini termasuk jenis kanibal dimana satu sama lainnya bisa saling memakan jika ukurannya berbeda.
Adapun kelemahan dari pemeliharaan dengan kolam semen ini adalah :
  • Biayanya cukup mahal
  • Perlu memantaun air pada kolam jika air sudah mulai berbau terutama untuk masa pemeiliharan 1 bulan pertama.
Sebagian orang berpendapat bahwa pemeliharaan ikan lele dengan metode yang saya pilih akan tidak efektif. Orang masih banyak yang beranggapan jika pemeliharaan tidak dengan media tanah maka perkembangan lele akan kurang baik serta pertumbuhannya akan sangat lambat.
Tetapi saya mencoba dengan keyakinan yang saya punya bahwa apapun medianya kalau diurus dengan baik (makanan,air dan tempat yang bersih ) tentu akan membuat hasil yang baik pula.  Saya mulai mencoba hal tersebut yang saya yakini dan ternyata kalau dengan metode yang saya pilih dan gunakan pertumbuhan ikan lele yang saya pemilihara tampaknya berjalan normal dan sesuai dengan perkembangannya jika dibandingkan dengan pemeliharaan pada media tanah.
Mungkin ini adalah awal dari percobaan yang saya lakukan, sayapun tidak tahu bagaimana kelanjutanya nanti apakah akan berhasil sesuai dengan yang sekarang ini atau tidak.  Akhirnya hanya do’a dan usaha yang bisa saya lakukan semoga beberapa bulan kedepan saya bisa melihat hasil yang memusakan.    amin!!!.

PERSIAPAN KOLAM BETON/SEMEN

PERSIAPAN KOLAM

           Kolam sebagai wadah tempat budidaya harus dipersiapkan mulai dari awal pemilihan sistem Budidaya yang akan diterapkan. Sarana dan prasarana pendukung juga harus dihitung dan dipersiapkan sesuai dengan kepadatan tebar bibitnya.

PERSIAPAN PEMBUATAN KOLAM BETON

PERSIAPAN PEMBUATAN KOLAM BETON
           Penentuan jenis kolam dari tanah, plastik ataupun beton yang terpenting adalah bisa menyimpan masa air selama masa budidaya atau tidak porus.Hal ini penting sekali diperhitungkan karena air yang porus akan berpengaruh sekali terhadap kestabilan kualitas dan kuantitas air selama masa Budidaya, maka pertumbuhan pun akan bisa terpengaruh dari perubahan-perubahan yang tidak stabil ini disamping faktor cuaca.
Kolam tanah, persiapan awal selain pemadatan dinding dan tanah dasar supaya tidak porus, maka untuk Budidaya Lele yang sangat perlu diperhatikan adalah dinding atau dasar yang padat membuat Lele tidak mudah bersembunyi membuat lubang, disamping pada dasar dan dinding kolam yang tidak rata permukaannya membuat kotoran tidak mudah terbilas hanyut dalam pembuangan. Sehingga kotoran akan mudah menumpuk pada titik yang tidak rata tsb, hal ini akan terjadi titik daerah mati atau dead zone .
           Dead zone adalah terjadinya titik daerah mati, dimana terjadi penumpukan Bahan Organik atau sampah yang terkumpul pada area-area tertentu. Daerah ini Kadar amoniak dan gas-gas beracun mulai tinggi sehingga tidak disukai oleh ikan. Apabila ada pakan ikanyang jatuh pada titik-tik ini maka ikan tidak akan mau makan, atau daerah ini temapt menjadi sarangnya beberapa bakteri phatogen yang menyebabkan sakit pada ikan.
          Pemberian kapur atau LIMING pada kolam tanah sangat mutlak diperlukan, karena kapur ini fungsinya sebagai :
1. Buffer atau penyagga agar PH di air tidak melonjak naik pada sore hari dan turun pada waktu menjelang pagi hari.
2. Sebagai sumber menyuplai CO2 ( carbondioksida ) dari unsur kapur yaitu Bicarbonat (H2CO3)2- yang akan menyuplai digunakan untuk fotosintesa phytoplankton ( mikroalga hijau ).
BEBEAPA JENIS KAPUR TABEL.

JENIS-JENIS KAPUR YANG DIGUNAKAN DALAM PERIKANAN
JENIS-JENIS KAPUR YANG DIGUNAKAN DALAM PERIKANAN
             Menurut pengalaman penulis, pemberian pupuk kandang untuk ditanah, saat ini kurang diperlukan lagi. Karena justeru akan membuat kondisi lingkungan menjadi kelewat subur pada masa budidaya nantinya. Permasalahan yang sering terjadi nantinya malahan adalah bagaimana menge rem terjadinya saat-saat meluncur pada kondisi lingkungan yang kearah kelewat subur.
Pembentukan penumbuhan phytoplankton dapat dilakukan dengan cara memancing pemupukan, tetapi setelah kondisi pemberian pakan yang rutin pada ikan, sisa-sisa pakan ini justeru akan menjadi sumber bahan Organik yang akan diubah menjadi pupuk yang subur oleh siklus mikroorganisme dikolam dalam sistem-sistem Probiotik yang diterapkan nantinya.
             Membuat warna Hijau pada Kolam Tanah untuk persiapan tebar Bibit, ini sangat penting sekali dilakukan, karena untuk mendapatkan lingkungan air yang nyaman untuk hidup bibit-bibit lele. Pada Lingkungan air yang berwarna Hijau daun maka Suplai Oksigen (O2) dari hasil fotosintesa sangat membantu untuk kenyamanan hidup bibit. Disamping Phytoplankton ini juga sebagai selimut alami yang berfungsi menjaga kestabilan fluktuasi suhu air perbedaan pada siang Hari dan malam harinya.
Teknologi inilah yang menjadikan perkembangan pengetahuan yang sangat berarti untuk di ketahui oleh para petani ikan. Karena sementara ini sebagian besar petani ikan masih berkiblat pada dunia pertanian,dimana bagaimana carnya membuat lingkungan menjadi subur untuk tumbuhnya phytoplankton atau zooplankton sebagai makanan ikan. Tetapi kenyataannya yang terjadi dilapangan malahan memberi beban yang sangat berlebih pada ligkungan air, sedangkan pakan alami tumbuhnya tidak sesuai dengan jumlah biomasa ikan. Pakan alami sangat membantu perkembangannya bila dilakukan dalam sistem pendederan secara alami, yaitu untuk bibit-bibit dari ukuran 1 sampai 2 Cm.
              Tahapan yang perlu dilakukan untuk kolam tanah dan plastik maupun beton agar menjadi Hijau adalah sbb :
- Masukkan air bersih, kalau air dari sawah atau sungai karena sudah mengandung bibit phytoplankton dan kadar Bahan Organik yang terlarut relatif lebih tinggi, maka akan lebih mudah dalam pembentukan warna airnya. Tetapi apabila sumber airnya adalah air dari sumber mata air atau sumur, maka perlu dipancing dengan adanya pemupukan menggunakan pupuk Urea sebanyak 5 grm/M3 dan Kaptan atau Dolomit 100 grm/M3 langsung ditebar secara merata pada permukaan kolam pada pagi hari setelah matahari terbit ( pk 7 – 9 pagi).
- Berilah perlakuan probiotik XTRO Sebanyak 10 ml/ m3 air dan ditebar merata pada permukaan air.
- Lakukanlah pemberian kapur kaptan/dolomit, urea, dan Xtro ini selama 3 – 5 hari berturut-turut sampai didapat warna air yang hijau.
- Apabila sudah didapat warna air yang hijau maka berarti air sudah siap tebar bibit, tetapi secara berkala masih perlu dilakukannya perawatan atau maintenance, agar warna hijau akan tetap stabil ( lebih jelas akan diterangkan dalam strategi membuat warna air hijau dalam GREEN WATER SYSTEM )
- Pada kolam tanah kemungkinan akan lebih mudah dalam membuat warna air cepat menjadi Hijau, sedangkan pada kolam plastik atau beton agak lebih sulit. Tetapi pada kolam tanah karena mudah sekali menjebak kotoran atau Bahan Organik maka akan mudah didapat kondisi lingkungan yang cepat subur diumur masa budidaya diatas 60 hari, sehingga sering terjadi gejolak penyakit yang disebabkan oleh penurunan daya dukung lingkungan kolam karena kotoran yang berlebih.
- Pada kolam Plastik atau Beton, pada awalnya memang sulit untuk membetuk warna air, tetapi dengan kepiawaian kita dalam mengolah air maka justeru pada kolam ini mudah sekali mengontrol tingkat kesuburan dalam kolam, apabila terjadi permasalahan yang berkaitan dengan penurunan daya dukung Lingkungan air lebih mudah sekali dalam mengendalikannya.
KOLAM PLASTIK atau BETON, Pada kolam ini apabila konstruksinya sudah disiapkan dengan baik dan tidak ada kebocoran pada konstruksinya maka bisa dimasukkan air setinggi 60 – 70 Cm untuk membuat warna air menjadi Hijau.
PEMBUATAN WARNA AIR MENJADI HIJAU INI SANGAT MUTLAK HARUS DILAKUKAN UNTUK BISA DILAKUKAN TEBAR BIBIT, untuk kolam-kolam dengan sistem budidaya Out door karena suplai Oksigen sudah 100 % bergantung pada sistem Fotosintesa pada Phytoplankton yang berwarna Hijau Muda segar di kolam.
LAKUKAN PERSIAPAN UNTUK TEBAR BIBIT APABILA HAL WARNA AIR SUDAH DIDAPAT STABIL. Dinamika Jenis-jenis warna Air kolam, dan kualitas air nanti akan dibahas lebih lanjut pada GREEN WATER SYSTEM.

5 Langkah Penting dalam Kegiatan Budidaya Perikanan

5 Langkah Penting dalam Kegiatan Budidaya Perikanan

             Ikan merupakan sumber protein dan gizi bagi manusia, kebutuhan ikan pun semakin meningkan mengingat pentingnya mengkonsumsi ikan. Pada saat ini ketersediaan ikan di alam sangat terbatas, yang disebabkan oleh penangkapan yang tidak sesuai dengan aturan, serta iklim yang mulai tidak bersahabat dengan ikan. Oleh karena itu, membudidayakan ikan merupakan langkah yang tepat untuk memperbanyak jumlah ikan guna memenuhi kebutuhan manusia akan pentingnya mengkonsumsi iikan.

Berikut 5 langkah yang dipandang penting dalam melakukan kegiatan budidaya perikanan.

1.Pengeringan
         Sebelum memulai kegiatan budidaya, hal yang perlu diperhatikan adalah tanah dasar kolam atau tambak, karena kualitas tanah dasar kolam sangat berpengaruh terhadap kualitas air yang nanti akan digunakan dalam budidaya.
Tujuan dari pengeringan tanah dasar kolam yaitu :
-          Menguapkan gas beracun dalam tanah
-          Mengembalikan unsur hara tanah yang sudah terpakai dalam budidaya sebelumnya
-          Memperbaiki struktur tanah dasar kolam atau tambak
-          Membunuh hama dan penyakit
Pengeringan dilakukan sampai tanah dasar kolam retak-retak, sehingga proses tersebut sangat dipengaruhi oleh  faktor lingkungan, seperti :
-          Intensitas cahaya matahari
-          Keadaan atau jenis tanah
-          Ketebalan tanah yang dikeringkan.
Tanah berlumpur lebih sulit dikeringkan daripada tanag pasir atau lempung.
2. Pemupukan
            Tujuan kolam atau tambak diberikan pupuk yaitu untuk menumbuhkan pakan alami yang berupa plankton, klekap dan lumut.
           Setelah dilakukan pemupukan jangan mengganti air kolam selama 4 minggu, sebab dalam waktu tersebut ada kemungkinan pupuk yang diberikan belum bekerja secara optimal dan belum memproduksi pakan alami
-          Cara pemupukan :
  1. Langsung ditebar di atas tanah
  2. Diaduk didasar perairan
  3. Digundukkan disuatu tempat
-          Jenis-jenis pupuk :
  1. Pupuk N   —->  Nitrat : NaNO3 (10%N) dan CaNO3 (28% Ca dan 18%N),  Amida : urea (45%N) dan Ca Cyanida (21% N)
  1. Pupuk P  —–> Larut dalam Air : superphospat ; Larut dalam asam lemah : phospat thomas, phospat rhenamia dan magnesium phospat ; Larut dalam asam kuat : phospat bogor dan phospat cirebon
Pemberian pupuk nitrogen dan phosphor dengan perbandingan 30:1 akan banyak menumbuhkan alga jenis diatome. Sedangkan pada pebandingan N:P = 1:1 paling cocok untuk menumbuhkan fitoflagellata. Organisme udang lebih suka pada perairan yang mengandung banyak diatom.
3. Pengapuran
            Pengapuran bertujuan untuk meningkatkan derajat keasaman dalam perairarn (pH). Derajat keasaman perairan dapat dibedakan menjadi 3, yaitu :
-          Perairan asam : pH < 4,5
-          Perairan sedang atau netral : pH 6,5 – 9,5
-          Perairan basa : pH > 9,5
Perairan yang asam maupun basa kurang baik dalam kegiatan budidaya, sebab pada kedua keadaan tersebut ketersediaan unsure hara terbatas.
4. Aerasi
Aerasi merupakan suatu usaha untuk mensuplai oksigen kedalam air, dengan menggunakan suatu alat yang disebut aerator.
kincir-air
kincir air
              Beberapa jenis aerator yang digunakan antara lain ; vertical pump, pump sprayer dan peadle wheel. Dalam penggunaan aerator jangan sampai menimbulkan keruhnya air kolam atau tambak, sebab akan berakibat menghambat respirasi ikan atau udang yang dibudidayakan, menghambat pertumbuhan plankton dan juga dapat menghambat pergerakan ikan dalam mencari makan.
5. Resirkulasi
             Salah satu usaha untuk menjaga dan memperbaiki kualitas air yaitu dengan system resirkulasi atau mendaur ulang air buangan, sehingga air tersebut layak  digunakan kembali untuk kegiatan budidaya. Resirkulasi ini menjadi 2 macam, yaitu resikulasi penuh/tertutup dan resirkulasi sebagian/semi tertutup.
System resirkulasi ini lebih tepat dilakukan apabila :
  1. Perairan sekitar budidaya tercemar
  2. Sumber air terbatas
  3. Kualitas air tidak stabil
  4. Menjaga kondisi perairan umum.
Komponen yang diperlukan dalam system resirkulasi antara lain :
1. Kolam pengolahan
  • Memperpanjang aliran air
  • Mengalirkan air permukaan
  • Mengurangi gas-gas beracun dan meningkatkan homogenitas air
2. Kolam perlakuan biologis (filter biologis)
            Membuat suatu kolam yang didalamnya ditebari ikan atau mollusca atau rumput laut. Hal tersebut berguna untuk menyaring kotoran, mendaur ulang nutrient yang selanjutnya merangsang pertumbuhan fitoplankton.
Ikan yang digunakan dapat berupa ikan belanak, nila dan ikan bandeng. Sedangkan mollusca yang dapat berupa kerang-kerangan dan remis. Selain menggunakan ikan dan mollusca, dapat juga menggunakan makroalga atau tumbuhan air seperti ulva pertusa, yang disinyalir dapat menghilangkan senyawa amoniak dan nitrit yang bersifat toksik dan meningkatkan kandungan oksigen terlarut.
Minimalnya pengeluaran dan pemasukan air dari luar akan menekan resiko akibat kontaminasi penyakit dari luar akan berkurang, sehingga pengendalian penyakit lebih optimal.
3. Tandon
Tandon berguna untuk menyimpan air yang sudah difilter melalui beberapa proses di atas.  Menjaga dan mempertahankan kualitas air.

Jumat, 20 Mei 2011

CARA MENBUAT PAKAN IKAN SENDIRI

Pembuatan Pakan Ikan
“Membuat pakan sendiri,” banyak pembudidaya ikan berpikir apa bisa membuat pakan ikan sendiri untuk peliharaan ikan? Tentunya bisa. Melihat sekarang pakan atau pellet terus naik harganya dan makin tidak terjangkau para petani budidaya ikan.

Pellet ukuran 5ml, 3 ml, 1.5 ml
Meskipun beberapa pakan buatan sendiri diakui masih kurang berkualitas dari pakan buatan pabrik tapi tidak menutup kemungkinan pakan buatan sendiri lebih baik, lebih segar jika bahan-bahan pembuatan pakan tersedia dan mutu yang baik.
Pakan yang baik memenuhi nutrisi ikan. Mengenal kebutuhan nutrisi ikan merupakan landasan dalam pembuatan pakan ikan sendiri, setiap ikan membutuhkan nilai gisi yang berbeda, kebutuhan protein, lemak dan serat ikan nila atau tilapia berbeda dengan ikan lele.
Ikan lele memerlukan lebih sedikit nilai nutrisi dibanding dengan ikan nila, gurame, ikan mas dan sebagainya.  
Pakan yang memiliki keseimbangan protein, lemak, dan serat  untuk kebutuhan ikan tertentu akan memacu pertumbuhan ikan yang cepat besar, akan tetapi bila nutrisi yang dibutuhkan ikan kurang maka pertumbuhan ikan akan lambat berakibat pada biaya dan waktu panen yang cukup lama.
Sering terjadi ikan dipanen pada umur 6 bulan menjadi 8 bulan untuk ikan nila berukuran 500 gr. Karena nilai protein dan lemak serta serat yang kurang.
Kandungan nutrisi pakan ikan buatan sendiri dibagi dua bagian sesuai dengan umur ikan.
ikan nila yang berumur 1-3 bulan nilai protein antara 35%-50%.
Ikan nila yang berumur 4 bulan keatas 25%-30% . lihat table untuk lebih lanjut.
Setelah mengetahui kebutuhan ikan, kita perlu mempelajari bahan-bahan dan kandungan gisi setiap bahan yang tersedia. Hampir semua bahan dasar yang dibutuhkan dalam pembuatan pakan ikan sendiri tersedia di seluruh pelosok nusantara. Seperti, jagung, dedak kuning, tepung ikan, ampas tahu, limbah udang, bungkil, dan lainnya. Bahan-bahan tersebut memiliki nilai gisi yang cukup untuk kebutuhan ikan. Lihat table1. kandungan gisi bahan-bahan pembuatan pakan.
Kandungan Protein Bahan Makanan Ikan
 
Nama Bahan
Protein
Lemak
Serat
Tepung Teri
63.71
4.21
3.6
Tepung Udang
47.47
8.95
4.49
Tepung Darah
80.85
5.61
0
Tepung bekicot
39
9.33
1.05
Tepung Ikan
62.99
6.01
3.6
Tepung Kedelai
46.8
5.31
3.54
Tepung Terigu
12.27
1.16
0
Dedak Halus
13.3
2.4
9.4
Tepung Jagung
9.5
3.22
1.76
Tepung singkong
0.85
0.3
0
Bungkil Kelapa
24.0
8.0
10
Tepung Ayam Segar
15.51
0.21
0.36

Jika di daerah anda tidak memiliki satu atau dua bahan yang tertera di atas anda masih tetap bisa membuat pellet ikan, dengan tiga macam saja tentu bisa juga. Dengan memperhatikan kebutuhan ikan, maka pakan ikan dapat diupayakan. Ingat lebih baik dengan bahan tiga macam yang ketersediaannya berkelanjutan lebih baik daripada lima atau enam baham campuran yang kadang tersedia dan kadang tidak. Sebaiknya jangan membuat pakan dengan campuran bahan pakan yang terus berubah-ubah menjaga agar ikan tidak stress oleh karena perubahan bahan pembuatan pellet.

Bahan
Lemak
Protein
Bahan/KG
 
 
Ikan
6.0
55.0
100
Dedak
2.4
13.3
100
Jagung
4.5
9.8
100
Kedelai
1.3
46.8
100
Kopra
16.7
79.4
100
Table2.
Bagaimana mencampur bahan pakan ikan sesuai dengan kebutuhan nutrisi ikan nila? Ada banyak cara untuk menghitung dan menkombinasiakan bahan pakan yang memenuhi standar yang di tentukan.
Setelah ditentukan bahan yang akan di gunakan kita sampai pada proses pencampuran sebagai berikut;
  • Sediakan tempat yang bersih untuk mengaduk sebanyak 100 kg .
  • Campurkan setiap bahan yang sudah ditentukan dalam kilogram.
  • Aduk sampai semua bahan sudah tercampur dengan mereta.
  • Sediakan wadah untuk persiapan pencetakan bahan menjadi berbentuk pellet.
Mesin pencetak pellet ada dua macam; pencetak pellet basah dan mesin pencetak pellet kering. Biasanya mesin pencetak basah tidak bisa untuk mencetak pellet kering akan tetapi mesin pencetak pellet kering bisa mencetak pellet basah.